seandainya...  

Diposting oleh marz


Mereka berkelip bersama..
bergerak bersama..
menangis bersama..
melihat bersama..
dan tidur bersama..
malah menutup pandangan terakhir pun bersama..
meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu sama lain... kecuali melalui cermin.....

jagalah persahabatan seperti itu...
kehidupan akan kurang ceria tanpa s a h a b a t...

Tangis dan Air Mata  

Diposting oleh marz

Saat hatiku gundah dan resah,

Engkau menemaniku tanpa banyak kata.

Engkau hadir disana,

Memupus gundah dan resahku.

Saat aku bersedih dan bersendu hati.

Engkau menemuiku tanpa enggan.

Engkau hadir

Mengurangi sedih dan senduku.

Saat aku merasakan pedih dan perih merobek

robek jantungku,

engkau menemuiku tanpa kupinta.

Engkau hadir

Menghapus pedih dan perihku

Saat aku sakit dan terluka,

Engkau menungguiku dengan tenang

Engkau hadir di relung hatiku

Mengobati sakit dan lukaku

Saat aku marah dan kecewa,

Engkau mendatangiku tanpa pesan

Engkau hadir di sudut jiwaku

Tuntaskan marah dan kecewaku

Saat aku trenyuh dan kasihan

Engkau bersamaku dalam diam

Engkau hadir di kedalam nuraniku

Menampung trenyuh dan dan kasihku

Saat aku takut dan berbuat salah,

Engkau menujuku dengan segera

Engkau hadir di ruang hatiku,

Menjagaku dari penyesalan berkepanjangan

Menjagaku untuk tidak tenggelam dalam ketakutan

Bahkan saat aku terharu dan bahagia

Engkaupun tetap bersamaku

Engkau ada disini,

Mewujudkan buncah bahagia dan haruku

Diam – diam engkau merembes di sudut mataku

Resapkan resah dan gelisahku

Pelan – pelan engkau menetes dari kelopakku

Tiriskan sedih, sendu, pedih dan perihku

Engkau meleleh di pipiku

Hanyutkan sakit dan lukaku

Engkau membasahi wajahku,

Larutkan marah dan kecewaku

Engkau mengalir di daguku

Luruhkan trenyuh dan kasihanku…

TANGIS, engkau menjadi symbol atas segala ekspresiku.

Engkau menjadi tanda saat aku bahagia. Engkau menjadi temanku saat aku gembira. Engkau selalu ada, saat aku takut, saat aku sedih, saat aku senang, saat haru, saat aku sakit, saat ku jatuh cinta, saat ku gembira, saat ku bahagia, dan semua saat saat yang lain. Tangis, engkau selalu ada di segala rasaku

Denganmu, aku lebih dapat berlapang dada. Denganmu akan tersingkirkan segala beban jiwa. Denganmu dadaku terasa lega. Denganmu aku dapat meluluhkan gejolak jiwa. Denganmu aku dapat menikmati setiap luka.

Engkau ada saat yang lain tiada. Engkau yang paling awal tiba, saat kerabat dan sahabat tiada dekat. Engkau ada di setiap peristiwa, saat yang lain sibuk dengan urusan nya. Engkau menemaniku dimana pun jua, tak perduli sedang apa atau bagaimana.

Aku tak tau apa jadinya diriku tanpamu karena hanya engkau yang benar – benar mengerti aku. Engkau selalu mendengar keluhku tanpa membalas dengan kesah karena hanya engkau yang dapat memahamiku. Engkau tidak enggan menampung bebanku tanpa merecokiku dengan berbagai alasan. Engkau selalu bersedia mendengarkanku tanpa rewel menasehatiku.

Aku bersyukur ALLAH menciptakanmu dan menjadikanku bagian dari hidupku. Aku berterima kasih karena engkaulah sahabat sejatiku. Karena itu, jangan pergi dariku. Jika kau meninggalkanku aku maka aku patut bertanya, apakah aku masih punya hati nurani ?

Jika seseorang tak lagi mampu menangis, maka patutlah ia menangisi ketidak mampuannya untuk menangis, karena jangan – jangan itu pertanda hatinya telah mati.

Na’udzublillahi min dzalik…

Malam...  

Diposting oleh marz

Dingin malam merasuk sumsumku

Aku bersimpuh ke arah matahari terbit
Kamu di sisiku, tersenyum seraya memberiku sejumput bunga
Aku tersenyum
Kita samasama tersenyum

Itu yang kuingat, sampai dingin percik tirta meminjam ragaku untuk terus terjaga

Hidup butuh Pengorbanan  

Diposting oleh marz

kita ga' akan pernah hidup,
tanpa qta cari
ta' akan p'nah datang menghampiri
itu lah hidup
karena hidupperlu pengorbanan

Sahabat...  

Diposting oleh marz

‘yang waras sapa sih? ‘


Tetap saja, yang waras adalah Anda.Tak mungkin ada yang bilang klo akulah yang waras.
Mungkin hujan sore itu adalah tandanya alam mau setia sama Anda.Buktinya alam saja ikut menangis, that’s why?? karena kita sahabat. Dan aku tak akan bisa tetap diam, aku juga ingin kayak alam yang ikut meneteskan airnya di bumi yang sedang kedinginan. Kalau kamu nggk mau menangis, alampun mau mewakilinya dengan senang hati. Anggap saja aku orang gila yang tak berpendidikan tak bisa bertoleransi kepada orang-orang yang ‘waras’. Tapi maaf saja, rumah sakit jiwa udah tak mau menerima pasien se ‘tidak waras’ aku.
Asam lambungpun tau dan dia juga ikut menangis, perih banget pastinya.Tapi realitanya lambungku pun menyerah :) dan tak tahan akan semangat itu. Asap itu bukan sebagai obat karena aku kedinginan, tapi sebagai obat lambungku yang udah terlalu perih.

Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui
kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka.Niak.com

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
salah prasangka